<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: WALL-E</title>
	<atom:link href="http://penonton.com/film/2008/wall-e/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penonton.com/film/2008/wall-e</link>
	<description>Tempat Ngobrolin Film</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 18:46:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: QIt</title>
		<link>http://penonton.com/film/2008/wall-e#comment-410</link>
		<dc:creator>QIt</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 13:32:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://penonton.com/?p=124#comment-410</guid>
		<description>Ni film mengharukan ma inspirasional bgt yg ngambik tema global warming. Gambarnya juga keren bgt. Bisa jadi ngingetin kita supaya jangan males</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ni film mengharukan ma inspirasional bgt yg ngambik tema global warming. Gambarnya juga keren bgt. Bisa jadi ngingetin kita supaya jangan males</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arga Pramudia</title>
		<link>http://penonton.com/film/2008/wall-e#comment-152</link>
		<dc:creator>Arga Pramudia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 02:30:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://penonton.com/?p=124#comment-152</guid>
		<description>Melalui karyanya, Pixar telah merubah stereotip bahwa film kartun diperuntukan hanya bagi anak-anak. Dalam WALL-E, kita diajak tertawa, terharu, dan berpikir tentang masalah sosial dan alam, sebuah kompleksitas yang sulit dipahami oleh film &quot;semua umur&quot; pada umumnya, tetapi tetap dalam penyajian yang paling bijaksana, cerdas, dan sederhana. Lebih dari itu, WALL-E berhasil mengembalikan esensi dari sebuah film sebagai sebuah &#039;motion picture&#039;, yakni menyampaikan pesan dalam gerak visual, karena hampir sepanjang film, WALL-E bisa dikatakan tidak menampilakan dialog! Hebatnya lagi, penonton tidak menjadi bosan karenanya. Melalui tingkah laku WALL-E, penonton diajak memahami alur cerita dan tertawa karenanya, bahkan terharu. There are not much films that made me almost had a tears, but a robot from 700 years later almost made me had it! Two thumbs up for Pixar, especially for Mr. Stanton. Can&#039;t wait another masterpeice from you.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melalui karyanya, Pixar telah merubah stereotip bahwa film kartun diperuntukan hanya bagi anak-anak. Dalam WALL-E, kita diajak tertawa, terharu, dan berpikir tentang masalah sosial dan alam, sebuah kompleksitas yang sulit dipahami oleh film &#8220;semua umur&#8221; pada umumnya, tetapi tetap dalam penyajian yang paling bijaksana, cerdas, dan sederhana. Lebih dari itu, WALL-E berhasil mengembalikan esensi dari sebuah film sebagai sebuah &#8216;motion picture&#8217;, yakni menyampaikan pesan dalam gerak visual, karena hampir sepanjang film, WALL-E bisa dikatakan tidak menampilakan dialog! Hebatnya lagi, penonton tidak menjadi bosan karenanya. Melalui tingkah laku WALL-E, penonton diajak memahami alur cerita dan tertawa karenanya, bahkan terharu. There are not much films that made me almost had a tears, but a robot from 700 years later almost made me had it! Two thumbs up for Pixar, especially for Mr. Stanton. Can&#8217;t wait another masterpeice from you.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

